Model Bisnis Sosial Makin Diminati Kaum Muda

Model Bisnis Sosial Makin Diminati Kaum Muda

22 Jul 19 Simpan PDF

Yogyakarta – Kegiatan Cloning Akademi Kewirausahaan Masyarakat (AKM) Batch 2 dibuka hari ini (14/12) oleh Dr. Wawan Masudi, Wakil Dekan Bidang Akademik FISIPOL UGM di RUang Seminar Fakultas. Kegiatan diawali dengan Bincang Inspiratif yang menghadirkan ahli kewirausahaan sosial. Acara dibagi dalam dua panel.

Panel pertama mengangkat tema Replikasi Model Bisnis Sosial Sebagai Solusi Disrupsi Atas Ketimpangan Sosial, Abdullah Djawas (Direktur Operasional PT. Mitra BUMDes Nusantara), Marina Kusumawardhani (Konsultan UNESCO sekaligus pegiat sociopreneur), dan Arina Nikma Baroroh (Junior Project Manager Du’Anyam) dihadirkan sebagai narasumber.

Ketiganya menyampaikan dan berbagi cerita tentang bagaimana kewirausahaan sosial menjadi jawaban atas permasalahan sosial yang dialami masyarakat Indonesia. Menurut Marina,”Untuk menyelesaikan permasalahan sosial yaitu dengan menciptakan bisnis sosial yang sustainable (berkelanjutan dan tidak bergantung).”

Banyaknya potensi yang tersebar di Indonesia namun belum diolah secara maksimal membuat bisnis sosial menjadi jawaban yang tepat. Salah satu contoh nyata adalah Du’Anyam. Sebagai salah satu praktik bisnis sosial di Indonesia, Du’Anyam mampu menyelesaikan permasalahan kemiskinan yang menyebabkan rendahnya kesehatan ibu dan anak di Kabupaten Sikka, Nusa Tenggara Timur. Kini, produk mereka telah dipasarkan ke berbagai negara.

Selain itu, bagi keti, bagi ketiga narasumber, model bisnis sosial semakin dibutuhkan di Indonesia karena selaras dengan kebutuhan dan kondisi saat ini, khususnya potensi yang ada di desa-desa. “Potensi ekonomi banyak di desa, khususnya pada sektor pertanian. Dari 75.000 desa sudah ada 40.000 desa yang sudah terbentuk BUMDes. Hanya saja persoalannya adalah networking,” kata Abdullah. Melalui AKM, diharapkan permasalahan ini dapat teratasi.

Sebanyak 50 peserta dari 26 provinsi di Indonesia diundang ke Yogyakarta untuk mengikuti pendidikan kewirausahaan sosial (cloning) selama 7 hari dalam AKM Batch 2. Kegiatan ini merupakan ruang untuk mempertemukan sarjana muda yang tertarik untuk bergelut di bidang bisnis sosial dengan para mentor yang telah sukses di bidangnya. Antusiasme para sarjana muda Indonesia ini menunjukkan bahwa replikasi model bisnis sosial semakin diminati dan dapat diaplikasikan di berbagai daerah di Indonesia.*

Related Opinion