Mengidentifikasi Kelompok Rentan

Perbedaan antara kewirausahaan sosial dengan kewirausahaan secara umum adalah fokusnya pada kelompok rentan. Seperti juga yang sudah kawan desa ketahui bahwa praktik kewirausahaan memang dapat menyerap tenaga kerja yang biasanya adalah pengangguran dan kelompok miskin. Tetapi dalam kewirausahaan sosial tidak hanya menyerap tenaga kerja dari pengangguran saja, namun juga  lebih spesifik lagi yakni untuk membantu kelompok-kelompok rentan atau kelompok berkebutuhan khusus yang apabila tidak dibantu dengan cara tertentu maka mereka tidak akan sejahtera.

Setelah kawan desa memetakan berbagai risiko dan kerentanan di wilayahmu, maka kawan desa dapat mengidentifikasi siapa sajakah atau kelompok mana sajakah yang paling terdampak dari berbagai risiko tersebut. Apabila terjadi bencana alam atau perubahan kondisi ekonomi yang drastis, siapa yang akan sulit bertahan dan menjaga kestabilan ekonominya? Oleh karena itu, kawan desa dapat memulai pengidentifikasian kelompok rentan dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut ini:

1. Siapa orang atau kelompok yang paling memiliki kebutuhan khusus dibandingkan masyarakat lainnya?

2. Apabila risiko bencana atau perubahan drastis secara sosial, ekonomi, dan lingkungan terjadi, bagaimana dampaknya bagi kelompok tersebut?

 

Kelompok yang memiliki kebutuhan khusus tersebut dapat kawan desa identifikasi dengan beberapa indikator. Menurut Flax, Jackson, Stein (2002), indikator seseorang menjadi rentan adalah kepemilikan atas sumber daya dan/atau kekuasaan. Hal ini dapat mencakup strategi dia bertahan menghadapi masalah atau strategi untuk memenuhi kebutuhan dasarnya apabila terjadi keterbatasan.

Berikut ini adalah contoh masyarakat yang masuk kelompok rentan karena keterbatasan sumber daya dan kekuasaannya:

1. Kelompok miskin

Kawan desa dapat mengumpulkan data kelompok miskin dari pemerintah setempat. Tidak hanya itu, kawan desa juga dapat membuat indikator kemiskinan yang sesuai dengan konteks masyarakat setempat dan melakukan identifikasi bersama masyarakat tentang siapa saja yang masuk kategori miskin.

2. Anak/balita, remaja, dan lansia (lanjut usia)

Kelompok ini masuk kategori rentan karena biasanya mereka belum mandiri dan bergantung kepada kelompok usia produktif. Selain itu, apabila terjadi masalah maka mereka akan sulit untuk menyelesaikan sendiri dan sangat butuh pendampingan. 

3. Kelompok minoritas

Kelompok minoritas sangat berisiko untuk mendapatkan diskriminasi dari kelompok mayoritas. Sebagai akibatnya, kelompok minoritas tidak memiliki kekuasaan untuk mengambil keputusan di sektor publik. Bahkan mereka juga sangatlah berisiko untuk tidak memiliki sumber daya karena mendapatkan diskriminasi tersebut.

4. Penyandang difabilitas

Perbedaan kondisi tubuh sejak lahir maupun akibat kecelakaan mengakibatkan seseorang menjadi difabel atau berkebutuhan khusus. Akibatnya, terdapat perbedaan bentuk perlakuan yang dibutuhkan kelompok ini agar dapat terlibat dalam kegiatan sosial sehari-hari. Apabila terjadi masalah, mereka akan sangatlah rentan untuk tidak dapat terpenuhi kebutuhannya serta sulit bertahan secara mandiri tanpa bantuan orang lain.

5. Ketiadaan modal

Seseorang dapat menjadi rentan apabila tidak memiliki kebutuhan dasar untuk mengembangkan usahanya. Seperti misalnya, masyarakat yang tidak memiliki lahan pertanian dan menjadi buruh tani masuk kelompok rentan karena menjadi sangat bergantung kepada pemilik lahan dan berisiko tidak memiliki pekerjaan apabila ada masalah. Dapat pula masyarakat yang tidak memiliki fasilitas kendaraan atau alat telekomunikasi, mereka tidak mampu bertahan atau memenuhi kebutuhannya apabila terjadi masalah.

Setelah melakukan identifikasi siapa kelompok rentan di wilayahmu, maka kawan desa dapat memilih mana kelompok prioritas yang dapat terlibat dalam kegiatan usaha sosialmu. Serta dapat kawan desa pertimbangkan bagaimana melakukan pemberdayaan dengan kegiatan wirausaha sosial untuk membantu kelompok rentan tersebut.

Berangkat dari materi ini, kira-kira di lingkungkan sekitar usaha sosial kawan desa siapakah atau kelompok manakah yang rentan dan perlu dibantu dengan usahamu? Silahkan kawan desa isikan jawabannya di kolom komentar, ya. Kemudian untuk materi selanjutnya, akan dibahas mengenai pentingnya pemetaan para pemangku kepentingan (stakeholders) di dalam pengembangan usaha sosial. Semoga kawan desa tetap bersemangat untuk mempelajari materi ini hingga akhir. Sampai jumpa!

Studi Kasus

Identifikasi kelompok rentan sebaiknya melanjutkan dari identifikasi berbagai risiko yang ada di suatu wilayah. Setelah melakukan pemetaan berbagai risiko, maka dapat diketahui siapa yang paling terdampak. Berikut adalah contoh bagaimana identifikasi kelompok rentan dapat dilakukan.

No

Jenis Kerentanan

Kelompok rentan

Jumlah

1

Ekonomi: Sulit mendapatkan pekerjaan

Infrastruktur: Tidak mampu beraktivitas secara bebas karena keterbatasan fisik dan tidak tersedianya infrastruktur khusus difabel

Alam : Berisiko menjadi korban apabila terjadi bencana alam seperti banjir karena sulit menyematkan diri

Sosial: Mendapat diskriminasi dan bullying karena keterbatasan fisik

Kelompok Difabel (Tunadaksa)

20 orang

 

Referensi

Flax., Jackson., & Stein., (2002), Community Vulnerability Assessment Tool Methodology.  Natural Hazards Review, 3 (4): p. 163-176.

  • BY: Putri
    1 year ago

    Pemetaan pemangku kebijakan

    Hi, kak aku putri. Mau tanya materi kelas untuk pemetaan stakeholdernya ada dimana ya? Kok aku cari2 g ketemu. Mohon infonya kak. Terimakasih

    • BY: Ilham Romand
      1 year ago

      Pertanyaan

      Iya kak, kami tunggu kapan buka

Hubungi Kami