Kawan desa pasti setuju dengan pernyataan bahwa, mengentaskan masalah sosial bukan hanya menjadi urusan pemerintah atau pihak-pihak yang secara langsung menyebabkan timbulnya masalah sosial. Banyak individu, komunitas, atau lembaga nirlaba yang memiliki kepedulian untuk mengentaskan masalah-masalah sosial yang ada. Sayangnya, upaya merealisasikan misi sosial mereka, tiga aktor tersebut sering terbentur dengan urusan modal. Mengatasi hal itu, umumnya mereka melakukan kolaborasi dengan para pemilik modal, sebut saja pemerintah dan perusahaan. Nyatanya solusi ini belum tidak menjamin keamanan keberlanjutan realisasi misi-misi sosial yang diwacanakan. Menjalan lembaga nirlaba dengan menggantungkan jalannya institusi kepada suntikan dana berpotensi menghadapi beberapa kenyataan, antara lain, pemerintah memutus dukungan modal dengan pertimbangan skala prioritas pembangunan. Implementasi program yang acap kali tidak sesuai perencanaan, sedangkan ekspektasi penyokong modal kurang bisa berkompromi dengan realitas tersebut. Perusahaan yang mengambil/ meminta keuntungan strategis untuk kepentingannya, terkadang dapat mengaburkan idealisme program pengentasan masalah sosial itu sendiri. Merespons ketergantungan yang sangat mungkin dialami oleh lembaga nirlaba kepada pemilik modal, maka mereka perlu mencoba melakukan kewirausahaan agar misi sosialnya dapat terealisasi secara mandiri dan berkelanjutan. Munculah bentuk kewirausahaan baru, yaitu kewirausahaan sosial.

Apakah kawan desa pernah mengalami tantangan-tantangan di atas saat berupaya merealisasikan sebuah misi sosial? Atau mungkin kawan desa sebenarnya telah melakukan sebuah kewirausahaan, tapi tidak menyadari bahwa kewirausahaan yang kawan desa lakukan adalah kewirausahaan sosial? Berangkat dari dua pertanyaan itu agaknya Tim AKM perlu untuk memaparkan pemahaman logika awal tentang kewirausahaan sosial melalui artikel pembelajaran ini.

Daftar Isi

BY: Tim AKM
kewirausahaan sosial 4 Menit

Banyak individu, komunitas, atau lembaga nirlaba yang memiliki kepedulian untuk mengentaskan masalah-masalah sosial yang ada. Sayangnya, upaya merealisasikan misi sosial mereka, tiga aktor tersebut sering terbentur dengan urusan modal. Mengatasi hal itu, umumnya mereka melakukan kolaborasi dengan para pemilik modal, sebut saja pemerintah dan perusahaan.

Lihat selengkapnya
BY: Tim AKM
kewirausahaan sosial 4 Menit

Ketika kawan desa akan mendirikan suatu perusahaan sosial, tentu perlu memiliki pemahaman yang matang tentang keseluruhan aspek yang akan dijalani. Sebab, mendirikan perusahaan tidak hanya sekedar memahami apa produk yang akan dijual ataupun permasalahan apa yang ingin kita pecahkan, akan tetapi kita harus memahami bagaimana model bisnis yang kita jalani. Pada materi kali ini kawan desa akan mempelajari lebih dalam tentang social business model canvas atau alat bantu yang dapat kita gunakan untuk menggambarkan bisnis kita secara ringkas namun menyeluruh.

Lihat selengkapnya